Lee Ju-ah Diprediksi Jadi Andalan Baru GS Caltex di Musim 2025-2026

Lee Ju-ah Diprediksi Jadi Andalan Baru GS Caltex di Musim 2025-2026
Lee Ju-ah andalan baru GS Caltex di musim 2025-2026 - Dokumentasi Instagram/@gscaltexkixx

GS Caltex bersiap menatap musim baru dengan ambisi besar. Manajer Lee Young-taek menargetkan peningkatan signifikan untuk musim 2025-2026.

GS Caltex pada musim lalu hanya mencatat 12 kemenangan dan 24 kekalahan. Target minimal 20 kemenangan dan 60 poin pun dipasang sebagai standar baru.

Salah satu sosok yang menjadi tumpuan harapan adalah Lee Ju-ah, outside hitter muda yang disebut-sebut bakal menjadi bintang masa depan klub.

Pemain berusia 20 tahun itu diproyeksikan mampu menutup celah pertahanan yang kerap menjadi masalah GS Caltex di musim lalu.

BACA JUGA: Ratu Voli Korea, Kim Yeon-kyung, Jalani Debut Pelatih, Tantang Eks Klub Heungkuk Pink Spiders

Peran Sentral Lee Ju-ah di Musim Baru

Lee Young-taek menjelaskan bahwa musim lalu timnya kurang bisa mengoptimalkan pemain muda, termasuk Lee Ju-ah dan Choi Yu-rim.

Karena itu, pramusim tahun ini lebih difokuskan pada pengembangan generasi baru.

Keputusan memperpanjang kontrak dengan pemain asing Gisele Silva serta mendatangkan Reina Tokoku dari Jepang juga diyakini menambah kekuatan skuat.

Bagi Lee Ju-ah, musim 2025-2026 menjadi ujian penting. Meski harus menjalani pramusim yang padat bersama tim nasional senior dan U-21, ia menganggap pengalaman itu sangat berharga.

Ia sempat turun di ajang bergengsi seperti Volleyball Nations League (VNL) serta Kejuaraan Dunia U-21, yang memberinya banyak pelajaran.

“Saya menyesal tidak bisa menjalani pramusim penuh bersama klub, tapi pengalaman di timnas memberi saya banyak hal untuk dipelajari,” ungkap Lee Ju-ah.

Ia juga menambahkan bahwa meski lebih sering kalah di VNL, kesempatan melawan pemain kelas dunia membuatnya semakin matang.

Performa Mengesankan di Musim Debut

Lee Ju-ah terpilih sebagai draft ketiga KOVO tahun lalu dan langsung menunjukkan kualitas di musim debutnya.

Dengan tinggi badan 182 cm dan serangan cepat yang eksplosif, ia tampil menonjol saat GS Caltex kehilangan dua andalan asingnya.

Momen terbaiknya tercatat ketika mencetak 19 poin melawan Pepper Savings Bank pada 6 Desember lalu, rekor pribadi tertinggi sepanjang musim.

Secara keseluruhan, ia tampil di 27 pertandingan dan 73 set, menghasilkan 144 poin dengan akurasi serangan 38,41 persen.

Meski begitu, ia menilai musim debutnya masih banyak kekurangan, terutama di sektor pertahanan.

“Secara ofensif kami cukup baik, tapi pertahanan kami rapuh. Padahal di akhir musim, saya mulai merasa ada perbaikan,” katanya sambil memberi penilaian 60 dari 100 untuk musim perdananya.

BACA JUGA: Giovanna Milana Pulang ke Korea, Ungkap Kenangan di V-League dan Rencana Baru di Jepang

Fokus pada Pertahanan

Memasuki musim kedua, Lee Ju-ah bertekad memperkuat lini pertahanan. Ia sadar bahwa persaingan di posisi outside hitter sangat ketat, dengan adanya nama-nama seperti Reina, Yoo Seo-yeon, dan Kwon Min-ji.
Jika ingin menjadi starter reguler, ia harus membuktikan diri lewat pertahanan yang lebih stabil.

Selama latihan, ia banyak belajar dari senior di timnas seperti Han Su-jin, serta rekan U-21, Yoo Ga-ram, yang memberinya masukan soal penerimaan bola.

“Musim ini, saya ingin memperlihatkan pertahanan yang lebih solid dibanding musim lalu, dan tentu menambah kontribusi di blok,” ujarnya optimis.

Tekad Jadi Pemain Lengkap

Meski masih muda, Lee Ju-ah punya visi besar dalam kariernya. Ia ingin menjadi pemain serba bisa, bukan hanya mengandalkan serangan. Pengalaman bersama timnas membuatnya semakin yakin akan arah tersebut.

“Melihat para senior yang selalu memberikan segalanya di setiap laga, bahkan dalam pertandingan panjang, membuat saya ingin menjadi pemain yang bertahan sampai akhir dengan kemampuan komplet,” tegasnya.

Harapan Baru GS Caltex

Dengan kombinasi pemain asing berpengalaman, tambahan tenaga baru, dan perkembangan generasi muda seperti Lee Ju-ah, GS Caltex bertekad menjadikan musim 2025-2026 sebagai titik kebangkitan.

Semua mata kini tertuju pada bagaimana Ju-ah akan menjawab ekspektasi besar sebagai calon ace masa depan klub.